Evaluasi Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia Dalam Pelaksanaan (Replanting) Perkebunan Kelapa Sawit Didusun Lembah Kuamang Tahun 2019

Ronal Dison, Dewi Wulansari

Abstract


Dalam bahasa inggris Evaluasi berasal dari kata evaluation. Dengan demikian, evaluasi diartikan sebagai sebuah tahapan penilaiaan yang ditunjukan  kepada objek evaluasi, untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dideskripsikan dalam bentuk informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kebijakan pemerintah republik Indonesia dalam pelaksanaan (replanting) perkebunan kelapa sawit didusun Lembah Kuamang Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo. Peremajaan (replanting) adalah menanam kembali (tanaman sejenis atau tanaman sebelumnya) dengan alasan tanaman asal sudah terlalu tinggi sehingga sulit untuk dipanen, terlalu tua atau produktivitasanya dianggap rendah, dan jenis tanaman masih memiliki prospek yang baik.  Dalam pelaksanaan peremajaan perkebunan kelapa sawit menggunakan dana hiba dari Badan Pengelolahan Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang dikelolah oleh pihak Koperasi Unit Desa. Berdasarkan peraturan presiden nomor 18 tahun 2016 tentang pelaksanaan (replanting) perkabunan kelapa sawit. Untuk mengelolah dana perkebunan kelapa sawit terdapat dalam peraturan presiden nomor 61 tahun 2015 tentang penghimpunan dana dalam pengelolahan dana perkebuan kelapa sawit. Dalam pelaksanaan replanting perkebunan kelapa sawit didusun lembah kuamang tidak terealisasi dengan baik yang mana terdapat dalam pasal 4 ayat 1 yang berbunyi: (a) tenaga kerja (b) bahan dan alat. Pengumpulan data ini dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan beberpaa informan yang berkaitan dengan pelaksanaan (replanting) perkebunan kelapa sawit didusun lembah kuamang tahun 2019. Data yang diperoleh dari penelitian di analisis menggunakan metode kualitatif dengan membandingkan data terkait dengan hasil observasi dilapang. Jenis-jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan informan dalam penelitian ini adalah dengan memakai teknik purposive sampling. Karena penelitinan non partisipan, maka pendekatan analisisnya menggunakan teori Wiliam N, Quaden. Secara geografis dusun lembah kuamang 1020, 38 Bujung Timur dan 1600 Lintang Selatan. Adapun kendala dalam pelaksanaan (replanting)  perkebunan kelapa sawit didusun lembah kuamang tahun 2019 adalah tenaga kerja yang mana  terputusnya komunikasi kepada pihak kontaraktor  dalam peremajaan perkebunan kelapa sawit dengan pihak koperasi unit desa dan rusaknya alat exsepator untuk pengerjaan lahan perkebunan kelapa sawit. Yang mana terdapat dalam pasal 4 ayat 1 yang belum teralisasi dengan baik di dusun lembah kuamang. Upaya yang dilakukan adalah memberikan surat kepada pihak kontaraktor, memutuskan kontrak kepada pihak operator, apabila bibit sawit masyarakat ada yang mati maka pihak koperasi unit desa memberikan bibit kepada masyarakat dengan menggunakan uang mandiri/uang sendiri.

Keywords


Kebijakan pemerintah republik Indonesia; pelaksanaan replanting

Full Text:

PDF

References


Abidin, Zainal Said. 2012. Kebijakan Publik. Salemba Humanika: Jakarta.

Hakim Memet dan Cucu Suherman. 2018. Replanting Kelapa Sawit. Penebar Swadaya: Jakarta Timur.

Indiahono, Dwiyanto. 2017. Kebijakan Publik. Gava Media: Yogyakarta.

Rianse, Usman dan Abdi. 2008. Metodologi penelitian sosial dan ekonomi. Alfabeta: Bandung.

Subagyo, Joko. 2011. Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktik. Rineka Cipta: Jakarta

Ulber, Silalahi. 2009. Metode Penelitian Sosial. Refika aditama: Bandung.




DOI: https://doi.org/10.36355/jppd.v3i1.27

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah ISSN 2686-2271 

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muara Bungo

Jl. Diponegoro No. 27, Muara Bungo-Jambi, (0747) 323310