Pengelolaan Desa Wisata Srikeminut Di Kalurahan Sriharjo Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

Polikarpus Dore Beda, Supardal Supardal

Abstract


Desa Wisata Srikeminut merupakan salah satu Desa Wisata di Kabupaten Bantul. Desa Srikeminut sangat kaya dengan beragam potensi wisata alam dan budaya. Terdapat tiga titik wisata yakni Bukit Sriharjo, Ngepohsari, dan Padusan Banyu Bening. Dalam proses pengelolaan desa wisata ditemukan berbagai macam masalah seperti belum ada penataan soal lahan parkir, kurangnya pelatihan atau pendampingan, kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan. Penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Pengelolaan Desa Wisata Srikeminut dan kendala-kendala yang di hadapi di Kalurahan Sriharjo Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pemilihan informan penelitian adalah teknik purposive sampling dengan 8 orang informan. Teknik Pengumpulan data yaitu pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah dalam proses pengelolaan desa wisata ada dua faktor penting yang perlu di lakukan yaitu: pengembangan dan kelembagaan. Pengembangan terdiri dari perencanaan, dalam proses perencanaan terlihat sedikit elitis dan perencanaannya tanpa ada pertimbangan terhadap antisipasi bencana alam. Pelaksanaan, dari sisi fasilitas baik sarana dan prasarana penunjang kelancaran aktivitas di tempat wisata masih kurang, misalnya soal jalan dan jaringan internet. Masih kurangnya koordinasi antara semua elemen yang terlibat dalam pengelolaan baik pengelola, pokdarwis, pemerintah desa dan masyarakat. Pembiayaan, masyarakat sudah mendapatkan manfaat dengan adanya penghasilan dari desa wisata namun masih belum ada regulasi khusus yang mengatur soal pembagian hasil. Pengendalian, proses pengawasan sudah di lakukan oleh kelompok pengelola dalam bentuk pertemuan atau musyawarah namun segala bentuk masukan dan kritikan sebagai poin evaluasi tidak di laksanakan. Kelembagaan, konteks kelembagaan yang di maksudkan disini adalah soal regulasi.

Keywords


Pengelolaan; Desa Wisata

Full Text:

PDF

References


Amiruddin. 2016. Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta: Parama Ilmu.

Andi M. Sammeng 2001. Cakrawala Pariwisata. Jakarta: Balai Pustaka.

Ayuningsih, Pridia, Teviningrum. 2019. Pengembangan Wisata Perdesaan & Wisata Perkotaan: Rancangan Pola Perjalanan Gelang Projo (Magelang, Kulon Progo, Purworejo) Belitung Timur, Malang Raya. Jakarta: Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata

DjamaL, M. 2015. Paradigma Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Edwin, Gamar. (2015). Studi tentang pembentukan desa setulang sebagai desa wisata di kecamatan malinau selatan hilir kabupaten malinau.jurnal pemerintahan integratif, hal 152-1638.

Irawan, Nata. 2017. Tata Kelola Pemerintahan Desa Era UU Desa. Indonesia: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

M. Munadhiroh. 2013. Jurnal Konsep Pengelolaan Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW), enprints.

Manullang, M. 2002. Dasar-dasar Manajemen. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Makmur. 2015. Efektivitas Kebijakan Kelembagaan Pengawasan. Bandung: Pt. Refika Aditama.

Murhaini, Suriansyah. 2014. Manajemen Pengawasan Pemerintahan Daerah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Siagian, Sondang P. 2012. Administrasi Pembangunan. Konsep Dimensi dan Strateginya. Jakarta: Pt. Bumi Aksara

Silahuddin, M. 2015. Kewenangan Desa dan Regulasi Desa. Jakarta: Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Simanungkalit, Sari, Teguh Frans dkk. 2017. Buku Panduan Pengembangan Desa Wisata Hijau. Jakarta: Asisten Deputi Urusan Ketenagalistrikan dan Aneka Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia

Sunaryo, Bambang. 2013. Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata, Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta: Gava Media.

Solekhan, Moch. 2014. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Berbasis Partisipasi Masyarakat. Malang: Setara Press.

Sugiyono. 2016. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Syaodih, Ernady. 2015. Manajemen Pembangunan Kabupaten dan Kota. Bandung: PT.Refika Aditama

Syaiful Bahri Rurai. 2012. Tanggung Jawab Hukum Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan dan Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup. Bandung: PT. Alumni.

Yuliati, Suwandono. 2016. Arahan Konsep dan Strategi Pengembangan Kawasan Desa Wisata Nongkosawit Sebagai Destinasi Wisata Kota Semarang. Jurnal Ruang. Vol. 2, No. 4.

https://eprints.akakom.ac.id/9007/2/2_135410112_BAB_I.pdf), diakses pada tanggal 1 September 2021

file:///C:/Users/62852/Downloads/1259-5015-1-PB%20(1).pdf) diakses pada tanggal 30 september 2021.

file:///C:/Users/62852/Downloads/3377-6879-1-SM%20(2).pdf)i diakses pada tangal 30 september

file:///C:/Users/62852/




DOI: https://doi.org/10.36355/jppd.v4i1.44

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah ISSN 2686-2271 

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muara Bungo

Jl. Diponegoro No. 27, Muara Bungo-Jambi, (0747) 323310